Revolusi Industri
< My E-learning task about Industrial Revolution >
Dengan ditemukannya internet pada generasi 3.0 menjadi dasar dari terbukanya gerbang menuju Revolusi Industri 4.0. Salah satu grand design-nya adalah pemanfaatan Internet of Thing (IoT). IoT ini berambisi menginterkoneksikan segala perangkat yang ada dengan internet. Seperti remote control, yang dapat mengontrol dari kejauhan.
Pada tahun 2018 seperti yang dilansir MIT Technology Review, para peneliti Massachussets Institute of Technology sukses menciptakan pesawat yang bisa terbang tanpa mengandalkan satupun bagian yang berputar. Pesawat tersebut memanfaatkan electroaerodynamic propulsion.
Pada revolusi industri generasi 4.0, manusia telah menemukan pola baru ketika disruptif teknologi (disruptivetechnology) hadir begitu cepat dan mengancam keberadaan perusahaan-perusahaan incumbent. Sejarah telah mencatat bahwa revolusi industri telah banyak menelan korban dengan matinya perusahaan-perusahaan raksasa.
Dunia kini telah berada pada era dimana revolusi teknologi secara tidak langsung telah mengubah gaya hidup, seperti cara kita bekerja, bagaimana kita berkomunikasi dan berbagi informasi, serta cara kita membangun relasi.
Perubahan tersebut tentu melibatkan sektor global yang tidak lain merupakan sektor pemerintahan, perusahaan swasta, sektor industri, ekonomi, pasar modal, pelaku politik hingga bisnis, dan tentu saja masyarakat luas.
Dalam dunia usaha yang dimana perubahan ini, perlu disikapi dengan cepat dan diperlukan persiapan yang matang serta sikap antisipatif menjadi suatu keharusan untuk segera dilakukan baik dari sisi Proses Bisnis (Bussiness Process Management) maupun hubungan dalam perusahaan, agar eksistensi perubahan tetap terjaga.
Proses bisnis perlu menyesuaikan perkembangan zaman dan kebutuhan pasar secara efektif dan efisien agar mampu memberikan added value yang signifikan.
Disisi lain, perkembangan pasar pun bergerak menjadi sangat kompetitif yang menjadikan persaingan bisnis semakin kompleks dan begitu ketat. Namun, hal tersebut menghadirkan tantangan baru bagi perusahaan.
➤ Revolusi Industri 1.0 ( 1750-1850)
Saat itu terjadi perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia.
Revolusi generasi 1.0 melahirkan sejarah ketika tenaga manusia dan hewan digantikan oleh kemunculan mesin. Salah satunya adalah kemunculan mesin uap pada abad ke-18.
Revolusi ini dicatat oleh sejarah berhasil mengerek naik perekonomian secara dramatis di mana selama 2 abad setelah Revolusi Industri terjadi peningkatan rata-rata pendapatan perkapita negara-negara di dunia menjadi enam kali lipat. Revolusi Industri 1.0 berakhir pertengahan tahun 1800-an, diselingi oleh perlambatan dalam penemuan makro sebelum Revolusi Industri 2.0 muncul pada tahun 1870.
➤ Revolusi Industri Kedua (1870—awal Perang Dunia I)
Revolusi Industri kedua dikenal dengan Revolusi teknologi yang berlangsung pada akhir abad ke 19 sampai 1870-1914. Revolusi ini ditandai dengan terciptanya tenaga listrik sebagai sumber utama dan Combustion Chamber (Ruang Pembakaran). Penemuan ini kemudian diikuti dengan kemunculan pesawat telepon, mobil, serta pesawat terbang yang mengubah wajah dunia secara signifikan.
Pada era ini, manajemen bisnis pun mengalami perkembangan yang memungkinkan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi fasilitas industri. Hal tersebut pun membentuk adanya divisi-divisi pekerjaan dimana setiap pekerja hanya bekerja dalam bagian tertentu dari seluruh proses pekerjaan. Sehingga, Assembly Lines atau proses manufaktur dimana setiap bagian disusun berdasarkan urutan untuk menghasilkan produk jadi yang lebih cepat dari metode manufaktur yang biasa dilakukan.
➤ Revolusi Industri Ketiga (Akhir abad ke-20)
Revolusi ini dikenal dengan Revolusi Digital. Generasi Ketiga ini ditandai oleh perkembangan semi-konduktor dan proses otomatisasi industri. Dengan kata lain, dunia sedang bergerak memasuki era digitalisasi. Proses revolusi industri ini dikaji berdasarkan pada cara pandang sosiolog Inggris David Harvey sebagai proses pemampatan ruang dan waktu sehingga ruang dan waktu semakin terkompresi dan tidak lagi berjarak.
Revolusi Industri 2.0 dengan kehadiran mobil membuat waktu dan jarak makin dekat. Revolusi Industri 3.0 menyatukan keduanya. Sebab itu, era digital mengusung sisi kekinian (real time).
Selain mengusung aspek tersebut, Revolusi Industri 3.0 mengubah pola relasi dan komunikasi masyarakat kontemporer. Praktik bisnis pun mau tidak mau harus berubah agar tidak tertelan zaman. Namun, Revolusi Industri ini juga memiliki aspek yang layak diwaspadai. Teknologi membuat pabrik-pabrik dan industri-industri lebih memilih mesin daripada manusia. Terlebih lagi mesin canggih memiliki kemampuan dalam berproduksi lebih berlipat. Konsekuensinya, pengurangan tenaga kerja manusia tidak terelakkan. Selain itu, reproduksi pun mempunyai kekuatan luar biasa. Hanya dalam hitungan jam banyak produk dihasilkan. Jauh sekali bila dilakukan oleh tenaga manusia.
Bisnis berbasis teknologi inilah yang dikenal dengan istilah Technopreneur.
➤ Revolusi Industri 4.0 ( Abad ke-21)
Dengan ditemukannya internet pada generasi 3.0 menjadi dasar dari terbukanya gerbang menuju Revolusi Industri 4.0. Salah satu grand design-nya adalah pemanfaatan Internet of Thing (IoT). IoT ini berambisi menginterkoneksikan segala perangkat yang ada dengan internet. Seperti remote control, yang dapat mengontrol dari kejauhan.
Pada tahun 2018 seperti yang dilansir MIT Technology Review, para peneliti Massachussets Institute of Technology sukses menciptakan pesawat yang bisa terbang tanpa mengandalkan satupun bagian yang berputar. Pesawat tersebut memanfaatkan electroaerodynamic propulsion.
Pada revolusi industri generasi 4.0, manusia telah menemukan pola baru ketika disruptif teknologi (disruptivetechnology) hadir begitu cepat dan mengancam keberadaan perusahaan-perusahaan incumbent. Sejarah telah mencatat bahwa revolusi industri telah banyak menelan korban dengan matinya perusahaan-perusahaan raksasa.
Revolusi ini ditandai dengan Internet of Things, Big Data, Artificial Intelligence, Human Machine Interface, Robotic and Sensor Technology, 3D Printing Technology.
source:





Komentar
Posting Komentar